Budaya Melayu tidak hanya berkembang di Pulau Sumatera saja, ternyata budaya Melayu bekembang hingga ke Pulau Jemaja. Pulau Jemaja merupakan salah satu Pulau yang menjadi bagian dari Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau. Kata Jemaja berasal dari serapan Bahasa Arab yaitu kata جوميا (jumaya) yang berarti berserikat. Perkembangan penamaan ini tidak terlepas dari masuknya pedagang arab yang datang ke nusantara untuk berdagang bahkan menetap dan menikah dengan penduduk nusantara yang ada di gugusan Kepulauan Riau.

Berkunjung ke Pulau Jemaja saat ini hanya dapat dilakukan dengan dua jalur transportasi yaitu melalui laut dan udara. Untuk keberangkatan melalui laut dapat dilakukan dengan menggunakan kapal yang hanya memiliki dua kapal saja yang melayani rute perjalanan ini yakni kapal ferry dan kapal milik perusahaan pelayaran Pelni. Untuk kapal ferry cepat hanya beroperasi pada musim kemarau saja dan berlayar dari Pelabuhan Sri Bintan Pura di Kota Tanjung Pinang, sedangkan untuk kapal Pelni yang melayani rute hingga ke Jemaja yakni Kapal Bukit Raya yang bersandar di Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan. Sedangkan untuk jalur udara dapat ditempuh dengan penerbangan dari Bandara Hang Nadim di Pulau Batam dan tiba di Bandara Pangkalan TNI AL DI Palmatak kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan pompong (perahu kecil) hingga tiba di Pelabuhan Kuala Maras di Pulau Jemaja.
Gambar 1 Letak Pulau Jemaja (Sumber: Utama, 2014)
Berkunjung ke Pulau Jemaja saat ini hanya dapat dilakukan dengan dua jalur transportasi yaitu melalui laut dan udara. Untuk keberangkatan melalui laut dapat dilakukan dengan menggunakan kapal yang hanya memiliki dua kapal saja yang melayani rute perjalanan ini yakni kapal ferry dan kapal milik perusahaan pelayaran Pelni. Untuk kapal ferry cepat hanya beroperasi pada musim kemarau saja dan berlayar dari Pelabuhan Sri Bintan Pura di Kota Tanjung Pinang, sedangkan untuk kapal Pelni yang melayani rute hingga ke Jemaja yakni Kapal Bukit Raya yang bersandar di Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan. Sedangkan untuk jalur udara dapat ditempuh dengan penerbangan dari Bandara Hang Nadim di Pulau Batam dan tiba di Bandara Pangkalan TNI AL DI Palmatak kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan pompong (perahu kecil) hingga tiba di Pelabuhan Kuala Maras di Pulau Jemaja.
Gambar 2 Pelayaran dengan Kapal Ferry di Pelabuhan Sri Bintan Pura Kota
Tanjung Pinang (Sumber: Utama, 2014)
Gambar 3 Kapal Bukit Raya yang berlabuh di Pelabuhan Kijang (Sumber: Utama,
2014)
Lamanya masing-masing perjalanan bervariasi dan
tidak menentu, tapi diperkirakan untuk pelayaran dengan menggunakan kapal ferry
dapat ditemppuh dengan memakan waktu kurang lebih 8 jam perjalanan, sedangkan
dengan menggunakan kapal Pelni diperlukan waktu hingga 15 jam perjalanan. Sepanjang
perjalanan kalian akan melihat keindahan birunya Lautan Tiongkok Selatan yang
membentang sepanjang perjalanan menuju Pulau Jemaja dan Pulau-pulau lainnya
yang tidak kalah menarik indahnya.
Gambar 4 Pemandangan Perjalanan Menuju Pulau Jemaja (Sumber: Utama, 2014)
Setibanya di Pulau Jemaja, untuk kapal ferry maka akan merapat ke pelabuhan
sedangkan pelayaran dengan Kapal Bukit Raya merapat sedikit jauh dari Pulau
Jemaja karena letak perairan di sekitar Pulau Jemaja yang relatif dangkal dan
adanya ekosistem terumbu karang yang dikhawatirkan akan rusak.
Pulau Jemaja secara administrasi memiliki dua kecamatan yakni Kecamatan
Jemaja yang beribukota di Letung dan Kecamatan Jemaja Timur yang beribukota di
Kuala Maras. Secara historis Pulau Jemaja merupakan bagian dari Pulau Tujuh
yang merupakan salah satu dari cerita
masyarakat Melayu dengan Budaya Melayu Kepulauan. Konon penduduk Pulau-Pulau
Tujuh dikenal gigih, dan memiliki semangat juang tinggi. Ketika terjadi
perebutan kekuasaan Kerajaan Melayu Riau pasukan-pasukan dari masyarakat Pulau
Tujuh dengan mudah dapat menguasai wilayah Pulau Bintan yang pada saat itu
pemerintahannya berpusat di Pulau Penyengat.
Selain secara historis, Pulau Jemaja memiliki keindahan laut dan
pulau-pulau kecil yang sangat menarik. Banyak sekali terdapat pantai-pantai
yang bersih pasirnya, perbukitan-perbukitan yang sangat baik untuk mendaki,
serta kekayaan kuliner lautnya yang sangat enak.
Terdapat Pantai Padang Melang yang memiliki garis pantai terpanjang ke dua di Indonesia dengan panjang hingga mencapai 7 km. Perbukitan Gunung Datuk, merupakan perbukitan yang menarik juga untuk dikunjungi ketika berada di Pulau Jemaja. Pendakian menuju Gunung Datuk walaupun tidak terlalu tinggi namun memakan waktu yang relatif lama kurang lebih 2 jam karena tebing yang curam. Eksplorasi perairan bawah laut di Pulau Jemaja memberikan penawaran yang menarik untuk dilakukan, Banyak keindahan dan tempat-tempat menarik dapat kalian tentukan sesuai dengan keinginan kalian masing-masing.
Gambar 5 Pantai Padang Melang di Pulau Jemaja (Sumber: Utama, 2014)
Gambar 6 Tugu Jumaya di Pulau Jemaja (Sumber: Utama, 2014)
Gambar 7 Pemandangan Perbukitan di Pulau Jemaja (Sumber: Utama, 2014)
Gambar 8 Pendakian di Perbukitan Gunung Datuk (Sumber: Utama, 2014)
Gambar 9 Panorama Saat Pendakian di Perbukitan Gunung Datuk (Sumber: Utama, 2014)
Gambar 10 Transportasi Lokal Laut dengan Pompong (Sumber: Utama, 2014)

Maroon 






Mantap.. Istana maimun, sumatera utara, salah satu peradaban islam di medan
BalasHapus